4 Hal yang Menjadi Nilai Brand Fashion Kelas Atas

Brand Berluti Fashion

image source: Berluti Indonesia

Suatu label dikatakan masuk kategori brand fashion kelas atas harus melalui beberapa penilaian terlebih dahulu. Penilaian yang dimaksud pun terdiri dari banyak aspek seperti sejarah, tahun berdiri, nama pembuat hingga kualitas brand itu sendiri.

Sebenarnya tidak ada penilaian khusus terhadap brand fashion tertentu yang masuk ke level bawah, menengah, atau brand kelas atas. Penilaian hanya mutlak miliki konsumen dimana mereka mempunyai standard tertentu dari produk fashion yang disukai.

Yang perlu dipahami adalah trend fashion selalu berputar dimana rumah mode dunia kian intens merilis produk-produk kekinian untuk memanjakan konsumen.

Inilai Sebuah Nilai dari Sebuah Brand Kelas Atas

1. Sejarah
Popularitas brand fashion salah satunya ditentukan oleh sejarah brand itu sendiri. Biar bagaimanapun catatan sejarah akan menjadi pertimbangan konsumen unruk kemudian membandingkan antara kualitas dan harga.


Meskipun tidak bisa dipukul rata namun brand fashion yang memiliki sejarah panjang, sedikit banyak mampu meyakinkan konsumen untuk menggunakan brand tersebut.

Kita ambil contoh Louis Vuitton. Berdasarkan sejarahnya, brand ini didirikan oleh seorang pemuda pengangguran bernama Louis Vuitton. Dari sini kita bisa menilai bagaimana sejarah dan proses perjuangan dimulai dari nol lalu menjadi brand termahal di dunia 2019 sekarang ini.

2. Asal Brand
Jika Swiss negara dengan brand fashion kelas atas kategori aksesoris jam tangan, maka kita boleh menyebut Perancis sebagai surga dunia mode dan busana. Lihat saja seperti Chanel, Louis Vuitton, Gucci, Berluti, Dior dan lain-lainnya semua berbasis di Paris Perancis.

Jadi bisa dikatakan hampir pasti semua brand fashion Perancis masuk level kelas atas. Penilaiannya tentu saja berdasarkan banyaknya konsumen, jumlah butik di berbagai negara, serta omzet dan nilai aset perusahaan.

3.Tahun Pembuatan
Tahun pembuatan label fashion mungkin masih berkaitan dengan sejarah. Tak bisa disangkal bahwa tahun pembuatan menjadi salah satu syarat apakah suatu brand layak disebut brand fashion kelas atas atau tidak.

Louis Vuitton yang berdiri tahun 1854, Chanel tahun 1909, Fendi tahun 1918, atau Gucci tahun 1921 sedikit banyak mencerminkan konsistensi brand tersebut di dunia fashion.

4. Kualitas
Hal yang menjadi nilai brand fashion kelas atas yang terakhir adalah kualitas. Sebenarnya kita tidak perlu mempelajari lebih jauh masalah kualitas dan nilai, karena harga produk dari brand yang dimaksud sudah menggambarkan kualitas produk itu sendiri. Tentu sudah semestinya jika semakin mahal harganya semakin bagus pula kualitasnya.

Brand Fashion Terlaris Sepanjang Masa

Jika bicara tentang popularitas, bisa saja kita menyebut puluhan bahkan ratusan merk. Namun ada beberapa brand terlaris sepanjang masa dimana posisinya sulit digeser brand lain.

Brand Chanel, Fendi, Lous Vuitton, Balenciaga adalah brand-brand fashion ini memiliki perkembangan tercepat di dunia. Secara spesifik pertumbuhan produk fashion dan aksesorisnya mencapai 42 persen terhitung sejak tahun 2017 lalu.

Chanel adalah brand fashion untuk produk-produk mewah seperti baju, tas, dompet, aksesoris, hingga parfum. Brand yang berdiri sejak tahun 1909 ini menggandeng puluhan artis Hollywood sebagai brand ambassador sekaligus membuktikan bahwa Chanel termasuk merek yang terlaris sepanjang masa.

Di Indonesia anda bisa dengan mudah mendapatan informasi produk dan butik secara online di Chanel Indonesia yang dikelola oleh Time International website

Berikutnya ada Dior. Brand terlaris ini berbasis di Paris Perancis dan didirikan oleh Christian Dior tahun 1946. Popularitas produk Dior sampai kini tak pernah pudar. Produknya sendiri memiliki ciri khas desain berkelas dikolaborasikan dengan gaya klasik.

Hermes juga termasuk brand terlaris di dunia beberapa dekade terakhir. Brand Hermes yang didominasi produk tas sangat populer di kalangan sosialita. Rata-rata produk tas Hermes dijual cukup mahal. Bahkan untuk jenis Hermes Birkin konon harganya setara 1 unit mobil sport. Selain sebagai simbol status sosial tak jarang kaum hawa mengoleksi tas Hermes untuk investasi jangka panjang.

Ada banyak kriteria atau hal yang menjadi nilai brand fashion kelas atas. Meskipun prinsipnya hanya hak mutlak konsumen namun penilaian berdasarkan sejarah dan asal brand tersebut sedikit banyak menggambarkan kualitas brand yang dimaksud.